07 June 2010

TI untuk Perpustakaan

Perpustakaan pada saat ini semakin hari akan semakin cepat berkembang. Perkembangan perpustakaan tersebut juga diimbangi dengan semakin berkembangan teknologi informasi yang ada pada saat ini dan banyak merambah pada bidang-bidang lain. Pada saat ini ada beberapa masalah yang ditemukan pada dunia perpustakaan yang berusaha untuk didekati dengan menggunakan teknologi informasi.

Dari segi data dan dokumen yang disimpan pada perpustakaan, dimulai dari perpustakaan tradisional yang hanya terdiri dari kumpulan-kumpulan buku tanpa adanya katalog sampai dengan berkembangnya suatu perpustakaan semi modern yang telah menggunakan katalog (index). Katalog terus mengalami perkembangan hingga menjadi katalog elektronik yang menjadi lebih mudah dan cepat dalam proses pencarian koleksi-koleksi yang dimiliki dan disimpan pada perpustakaan. Koleksi dari perpustakaan sekarang kebanyakan sudah dialihakan menjadi bentuk elektronik yang lebih tidak memakan tempat dan sangat mudah untuk ditemukan kembali.

Ini merupakan suatu perkembangan mutakhir dari perpustakaan, yaitu dengan memunculkannya suatu perpustakaan digital (digital library) yang mempunyai keunggulan dalam sisi penelusuran informasi dan data yang lebih cepat dan mudah karena berorientasikan pada data digital dan media jaringan computer atau internet. Di sisi lain, dari segi manajemen (teknik pengelolaan), dengan semakin kompleksnya koleksi perpustakaan, data peminjam, transaksi dan sirkulasi koleksi perpustakaan, saat ini muncul kebutuhan akan penggunaan teknologi informasi untuk otomatisasi business process di perpustakaan. Sistem yang dikembangkan dengan pemikiran dasar bagaimana kita melakukan otomatisasi terhadap berbagai business process di perpustakaan, kemudian terkenal dengan sebutan sistem otomasi perpustakaan (library automation system).

Foto, Knowledge Management dan IT

Dari ketiga hal tersebut dapat diambil sebuah benang merah agar dapat berjalan dengan baik. Pada ilmu fotografi, objek yang paling penting adalah pada foto yang didapatkan. Mungkin sebelum mengambil obyek dari foto dibutuhkan suatu data obyek dan subyek fotonya. Disini harus dipilih pada kondisi tertentu foto tersebut akan masuk dalam bagian yang mana. Referensi untuk memilah foto masuk dalam kategori apa dapat dipelajari melalui buku, majalah, koran, internet, personal knowledge base dan kontak secara langsung dan kemudian dikompilasikan secara struktur pada computer.

Metoda pengumpulan (collect), penyimpanan (store), pencarian (search) dan pengambilan (retrieval) data beserta informasi yang secara tepat dan efektif merupakan hasil dari mempelajari suatu knowledge management. Mungkin untuk saat ini media store dan retrieve masih lebih efektif dan cepat untuk dilakukan terutama tentang manajemen metadata dalam sistem manajemen arsip. Dan untuk teknologi informasinya adalah proses penyimpanan data dan pengambilan data sangat banyak dibantu oleh adanya computer.

Dengan bantuan computer juga dapat digunakan untuk memperbaiki hasil foto yang diambil dengan melakukan perbaikan pada level pencahayaan dan pemotongan atau crop pada bagian yang kurang diperlukan atau mengurangi hasil foto yang telah diambil. Dengan adanya internet bisa untuk media sharing hasil-hasil foto yang diambil, sehingga banyak orang dapat mempelajari sendiri tehnik fotografi dan meningkatkan daya imajinasi mereka. Dan mereka juga dapat sharing hasil foto mereka di internet sehingga akan memeperbanyak karya-karya foto yang ada dan semakin hari akan dapat meningkatkan karya-karya yang berbeda.

Foto-foto hasil pemotretan dan disharing, juga dapat mendapatkan suatu masukan dari orang lain untuk mendapatkan hasil yang baik lagi pada kedepannya, sehingga semua orang yang mengakses hasil foto yang ada dapat mempelajari sendiri apa yang perlu dilakukan. Jika dia telah melakukan foto sesuai dengan yang dilakukan dapat disharing juga untuk mendapatkan komentar untuk dapat meningkatkan kualitas hasil foto kedepannya. Ini terus akan berlanjut dan dapat memberikan suatu ilmu tersendiri dan dapat terkumpul menjadi luas, sehingga banyak orang dapat mempelajari dan mengembangkan bakat serta imajinasinya untuk dapat terus berkreasi dan menghasilkan suatu karya-karya terbaru.

Atau juga dengan memberikan suatu tips dan cara pengambilan foto yang baik, sehingga akan banyak pengguna internet yang fotografer ataupun yang masih awam dalam dunia fotografer mendapatkan ilmunya. Atau bahkan sebagai media tanya jawab mengenai dunia fotografi, memilih suatu kamera yang baik, mungkin orang awam awalnya bisa membaca-baca sedikit tentang memilih kamera terbaik untuk pemula atau untuk yang sedikit mahir, apa saja kelebihan dan kekurangannya. Apabila masih kurang mengerti dapat bertanya dan yang mahir dalam fotografi dapat membantu memecahkan masalahnya, hasil dari pemecahan masalah ini bisa disharing kembali untuk orang-orang lain yang mencari juga dan dapat mendapatkan jawabannya secara langsung tanpa bertanya lagi.

Tapi dengan seiringnya waktu berjalan, solusi sebelumnya yang telah diberikan akan menjadi kadaluarsa. Dengan sedikit mengupdate informasi-informasi sebelumnya dapat memberikan suatu pengetahuan baru dan pastinya akan sangat membantu. Atau juga dapat dikelompokkan menurut tahun atau bulan dari perbandingan kamera tersebut, karena setiap bulannya atau beberapa bulan selalu hadir produk-produk baru baik yang benar-benar baru di produksi, atau untuk memperbarui produk yang sebelumnya ada. Dengan pengelompokan tahun akan mempermudah pencarian, dapat juga membandingkan produk lama dengan produk yang terbaru. Karena produk baru tidak selalu menjadi yang terbaik.

Ada juga pengelompokan kamera menurut jenis-jenisnya, apa itu kamera pocket, SLR, baik untuk yang pemula atau bahkan untuk professional. Dengan info-info yang lengkap dan review dari orang-orang yang sudah menggunakan produk yang ada dapat membantu dalam mencari produk, para photographer professional juga pasti akan terbantu juga, meskipun dia telah mengerti banyak tentang seluk beluk dibidangnya. Dengan review dari photographer professional lainnya akan menjadi suatu bahan referensi baginya untuk mencari kamera terbaik sesuai dengan yang dibutuhkan.

Knowledge Management Industri Kreatif dengan IT

Knowledge management dapat digunakan pada banyak kondisi, salah satunya adalah pada industry kreatif. Kalimat Sir Francis Bacon pada abad ke-16 yang berbunyi “Knowledge is Power” tidak akan pernah lekang dengan bertambahnya waktu. Pengetahuan pada saat sekarang ini telah menjadi salah satu kekuatan yang dimiliki oleh seseorang dalam menentukan posisinya dia ditengah-tengah masyarakan banyak. Hal ini tidak hanya berlaku untuk seorang aja, dapat juga berlaku pada suatu organisasi, atau bahkan pada suatu bangsa.

Pada kondisi ekonomi global yang ada pada saat ini, pemberdayaan suatu industry tidak akan terlepas dari penguasaan suatu pengetahuan yang terkait dengan bidang industry tersebut. Demikian halnya dengan industry kreatif. Mungkin sebagian orang tidak mengerti apa sebenarnya industry kreatif tersebut, industry kreatif merupakan industry yang memanfaatkan suatu kreatifitas, keterampilan serta bakat dari masing-masing individu dalam menciptakan kesejahteraan, serta lapangan pekerjaan dengan menghasilkan dan mengeksploitasi daya kreasi dan daya cipta dari individu tersebut.

Ternyata ada banyak bidang-bidang yang masuk dalam jenis industry kreatif, dimana menurut departemen perdagangan, terdapat 14 bidang yang termasuk dalam cakupan suatu industry kreatif dimana bidang-bidang tersebut antara lain, periklanan, arsitektur, seni rupa, kerajinan, desain, mode, film, music, seni pertunjukan, penerbitan, riset dan pengembangan, software, televise dan radio, serta video game. Industry kreatif yang ada tidak hanya berkontribusi bagi negara dalam sector ekonomi, namun sudah dapat memberikan suatu dorongan dalam pemeliharaan warisan suatu budaya dan nilai-nilai suatu bangsa melalui karya-karya yang dihasilkan.

Dapat dilihat pada negara India dengan film-film Bollywoodnya, atau negara Jepang dengan animenya. Tidak hanya keuntungan ekonomi saja yang diperoleh tetapi juga suatu kesempatan bagi mereka untuk memperkenalkan budaya yang mereka miliki dan menjadi suatu perbedaan dengan negara-negara lainnya. Bayangkan saja dampak yang didapatkan jika suatu negara bisa terkenal melalui industry kreatifnya.

Pada saat ini penguasaan suatu pengetahuan semakin dimungkinkan oleh kemajuan suatu teknologi informasi, khususnya internet. Sharing pengetahuan tidak lagi dibatasi oleh ruang dan waktu, semua dapat dengan bebas mendapatkannya setiap saat. Sistem yang memungkinkan untuk melakukan pengelolaan dan sharing pengetahuan biasa disebut sebagai sistem knowledge management. Sistem ini dapat berupa forum diskusi, digital library, dan lain sebagainya.

Di Indonesia sendiri sudah ada beberapa situs yang menyediakan informasi berita, penelitian maupun promosi dari industry kreatif tersebut, contohnya pada situs www.indonesiakreatif.net dan www.sentrakukm.com/industrikreatif/. Mungkin kedepannya, situs-situs semacam itu kemungkinan akan dapat berkembang untuk lebih memfasilitasi pelaku industry kreatif dalam mengeksplorasi pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki, baik dalam proses kreatif mereka maupun dalam menjalankan suatu bisnis usaha mereka.

Selain itu, mereka dapat juga memfasilitasi diri untuk dapat berinteraksi satu dengan yang lainnya untuk dapat saling mendukung dan menolong dalam upaya memajukan industry kreatif di Indonesia. Dengan adanya saling mendukung dan berbagi pengetahuan bersama, mungkin suatu saat nanti industry kreatif di Indonesia dapat menciptakan suatu karya yang tidak hanya menambahkan kekayaan Indonesia saja tapi juga dapat mengharumkan nilai Indonesia di mata dunia.

Selain induustri kreatif untuk dapat melestarikan budaya yang ada, dapat juga langsung menerapkan knowledge management agar dapat melestarikan budaya yang ada. Contohnya budaya yang ada di di Indonesia, dapat dikelompokkan tiap-tiap daerah di Indonesia apa saja budaya yang ada. Mungkin dengan mengelompokkan suku ditiap daerah, jadi ada orang lain yang mencari atau ingin mempelajari budaya apa saja yang ada di Indonesia bias langsung mengakses 1 sumber yang lengkap dan berisi informasi yang lengkap. Kebanyakan orang di Indonesia kurang banyak mengetahui kekayaan budaya yang ada di Indonesia.

Kebanyakan hanya mengetahui budaya yang terkenal saja tidak sampai mendetil apa saja budaya yang ada di Indonesia. Dapat juga dengan mengelompokkan hasil-hasil kerajinan pada masing-masing daerah agar bisa dipromosikan kepada dunia bahwa Batik merupakan kebudayaan dari Indonesia tidak dari Negara lain, sehingga tidak ada Negara lain yang mengakui kebudayaan dari Indonesia.